Maafkan aku.
Aku telah mencoba merasuki jiwamu, menjamah relung sukmamu, dan membuat ruang didalamnya.
Ya, aku sengaja melakukannya.
Maafkan aku.
Aku telah berusaha mengetuk pintu sanubarimu, menanyakan adakah penghuninya dan menanyakan apakah aku boleh duduk dan meminum teh disana bersamamu.
Lagi-lagi aku sengaja melakukannya.
Maafkan aku.
Aku telah merubah teh yang kau suguhkan menjadi air kehidupan yang dapat membangunkan raga dan mendebarkan jantung.
Aku sengaja melakukannya.
Dan...
Maafkan aku.
Teh yang kau suguhka untukku tak akan kuhabiskan. Aku ingin menikmatinya dan memintamu menyeduhkannya lagi dan lagi.
Aku ingin duduk bersamamu. Meski tak ada teh lagi yang kau seduh.
Maafkan aku.
Aku sengaja melakukannya.
Pamekasan. 27 April 2019.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah memberikan komentar!
Akan kami tanggapi komentar anda dalam waktu dekat.