Jangan katakan "nggak apa-apa!"


Teman, pernahkah ada seseorang yang bertanya kepada kalian "kamu kenapa?" Lalu kalian jawab dengan "nggak apa-apa"?

Jangan terlalu mudah mengatakan "nggak apa-apa" apalagi disingkat menjadi "gpp" padahal sebenarnya ada apa-apa atau bahkan banyak apa-apa. Kenapa saya melarang siapapun mengucapkannya? Sebab, ada ketidakjujuran yang bersembunyi didalamnya yang mungkin juga kalian sengaja menyembunyikannya.

Tiga kata itu mungkin sering kali diucapkan. Kata-kata itu bahkan dianggap biasa saja. Kata-kata itu dianggap lumrah diungkapkan oleh orang yang sedang kesal, sakit hati dan lain sebagainya. Tidak pernah disadari bahwa tiga kata itulah yang bisa menjadi penyulut api. Tiga kata itulah yang menjadi santapan lezat hingga bisa menggemukkan ego masing-masing.

"Jujur" adalah kata yang menjadi penyebab kenapa saya meminta siapapun untuk tidak mengucapkan lagi kalimat "nggak apa-apa". Jika kesal katakan "aku kesal". Jika benci, katakan "aku benci". Jika sayang, maka katakan "aku sayang". Katakan apa yang hati kalian ingin katakan. Jangan membiarkan ego membuat isi hati kalian rumit, rumit untuk dipahami orang lain.

Oke! Mungkin diantara kita masih ada yang tidak sepenuhnya sependapat dengan pernyataan diatas. Jika demikian adanya, mari bermain retorika kecil dan sederhana. Saya ingin bertanya satu pertanyaan yang mudah dijawab. Siapapun boleh menjawabnya. Ingat! Saya tidak ingin kalian menjawab sesuatu yang maknanya sama dengan kalimat "nggak apa-apa".

Pertanyaannya mudah. Siapa yang bisa mengerti isi hati orang lain? Maksud saya, mengerti isi hati yang sebenarnya. Jika jawabannya sama dengan jawaban saya bahwa siapapun tidak dapat mengerti isi hati orang lain, maka siapapun kalian berarti sudah sepakat untuk tidak lagi mengatakan "nggak apa-apa" apalagi disingkat menjadi "gpp".

Mari kita hidup dengan jujur mulai dari hal paling remeh-temeh dalam hidup kita. Sebab, apapun yang dimulai dengan kebohongan kecil, dijalani dan bahkan diakhiri dengan kebohongan kecil pula tentu akan ada ketidakberkahan didalamnya suatu hari nanti.

Teman, jika seseorang bertanya kepada kalian "ada apa? Kamu kenapa?" atau pertanyaan lain yang sama, maka jawablah jujur "sebanarnya aku ... ". Saya tahu, tidak semuanya memiliki konteks yang sama dengan apa yang saya sampaikan diatas. Jika konteksnya berbeda, saya pasrahkan kepada kalian semua bagaimana cara untuk menjawabnya dengan tidak berkata bohong atau memperumit persoalan dengan kata "nggak apa-apa".

Mulailah dari hal kecil. Sebab hal kecil bisa berakibat besar di kemudian hari. Jika yang ditanam, yang kecil itu, kebaikan, maka yang akan tumbuh di akhir adalah kebaikan, begitu pula sebaliknya.

Terakhir sebagai penutup, saya sampaikan terimakasih sebab kalian telah sudi meluangkan waktu untuk medengarkan celoteh ringan kali ini.

Assalamualaikum...

Komentar