Waktui Waktumu : Belajar mengatur waktu dalam hidup




Aku pernah menulis sebuah kalimat yaitu "waktuilah waktumu. Jika kau gagal mengatur waktumu maka kau akan diatur olehnya". Kalimat pendek ini mungkin sangat sederhana, namun makna di dalamnya sungguh berat, berat untuk dijalani dalam kehidupan sehari-hari. 

Bagaimana kita bisa menundukkan sang waktu sementara raga berada dalam putaran waktu? Bagaimana menggenggam waktu sementara jiwa ini ada dalam dekapannya?

Menggenggam Waktu

Sepanjang raga bergerak dalam kebaikan, sepanjang nafas menghela dalam kebaikan, maka selama itulah waktu dapat kau genggam.

Menggenggam waktu berarti bahwa kita bisa mengatur waktu kita untuk kebaikan. Jadwal kegiatan dalam sehari semalam dan konsistensi kita dalam menjalankannya adalah bentuk dari pengaturan penggunaan waktu yang baik. Sesungguhnya semua orang termasuk kita dapat menggenggam waktu.

Ada waktu dimana kita bisa saja larut dalam rumitnya permasalahan hidup yang kita hadapi. Ada waktu dimana kita bisa menyerah karena ditikam oleh waktu (masa) lalu yang kelam. Namun percayalah bahwa setelah kerumitan akan ada kemudahan dan setelah masa kelam akan ada kejayaan.

Semua Ada Waktunya

Kemudahan dan kejayaan juga ada waktunya. Kita tidak boleh terlena dengan harapan-harapan besar yang ditawarkan oleh masa depan. Waktu (saat) ini, kita hanya butuh keyakinan bahwa kemudahan dan kejayaan itu pasti datang. Proses dan perjalanannya mungkin akan berliku dan tidak mudah. Namun, dengan modal keyakinan itu, semuanya akan dapat dijalani dengan baik.

Aturlah waktu kita. Jangan mau diatur oleh waktu. Tentukan target masa depan kita. Jangan biarkan masa depan terserah pada waktu. Fokus pada waktu (masa) sekarang. Jangan buang-buang waktu untuk selalu berharap berlebihan mendapatkan sesuatu yang besar di masa depan.

Prosesmu hari ini akan menentukan hasilnya di masa depan.


Pamekasan
2 Maret, 2020

Komentar