Puisi ini adalah gabungan dari dua jarak, Jauh dan Dekat.
Kalimat yang tersusun adalah ungkapan tentang isi hati dimana hanya
Tuhan yang tahu bentuk aslinya.
Puisi ini aku beri judul;
BIAR TUHAN YANG TAHU
Di titik terdalam dalam hati, bersemayam kehidupan tanpa raga.
Raganya hilang menyerah pada kesunyian.
Bertekuk lutut pada cinta yang hanya Tuhan yang tahu.
Ketauhilah ... perihal cinta yang nyata.
Cinta yang membungkam lisan saat ingin menyatakan
Cinta yang menutup mata saat ingin memandang
Cinta yang terpatri dalam untaian bait doa disepanjang penghujung
malam.
Di ujung malam, hati beku dan kelu.
Mendera tangis memanjat langit.
Terus ... saja mengalir deras diatas fatamorgana kegelapan.
Mengemis cinta pada Dia pemilik segalanya.
Disini, gaduh riuh penuh onak dan gemuruh
Meraung-raung menengadah keatas langit
Lalu hening meresapi kedekatan
Merajut jengkal demi jengkal kedamaian
Dialah Mahacinta diatas segala cinta
Tiada dusta cinta darinya
Penggenggam jiwa yang mencinta dan dicinta
Tengadahkan harap pada sang penguasa cinta
Hilanglah kerisauan jiwa yang menjelma
Kedamaian hati yang tau menempatkan diri.
Biarlah Tuhan yang tau.
Tentang cinta yang pantas terangkai oleh pena abadi yang tak akan
mati.
Pena-Abadi akan membuat apa saja yang ditulis menjadi abadi
Alinea demi alinea yang dianyam dengannya akan abadi
Doa yang ditulis akan abadi terpanjatkan
Begitu juga dengan Rasa yang terlukis dan tertanam dalam di lubuk
hati akan senantiasa abadi
Tuhanlah yang memilikinya
Pemilik jiwa dan hati yang berserah diri
Biarlah Tuhan yang Tahu
Perkara hati ... memasrahkan diri pada takdir ilahi
Biarlah indah skenarionya tanpa dijamah oleh untaian kata yang
sebatas fatarmogana
____
😊

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah memberikan komentar!
Akan kami tanggapi komentar anda dalam waktu dekat.