Ternyata keindahanmu melebihi setiap keindahan yang
pernah kujamah.
Kepribadianmu mewakili setiap kepribadian manusia
terbaik yang pernah kukenal.
Ayat demi ayat dalam dirimu sunggu sempurna melebihi
baris baris syahdu para pujangga yang pernah kudengar.
Senyum merekah bibirmu, meskipun tertutup secarik kain
sutra, sungguh indah melebihi indahnya keindahan dunia dan isinya yang pernah
kulihat.
Tutur katamu lembut menyenangkan melebihi kelembutan
embun pagi yang jatuh diatas daun-daun di pagi hari.
Aku jatuh cinta.
Ternyata ... meskipun kata tak pernah terbata
sedikitpun, kata-katamu tetap dengan lembut jatuh didalam sanubariku.
Ternyata ... meski senyummu tak pernah hinggap di
mataku, kaulah pemilik senyum yang paling indah.
Ternyata ... meskipun ayat-ayat dalam dirimu tak
pernah kau lantunkan, suaramu syahdu hinggap di telingaku.
Dan ternyata ... kau nampak indah di kejauhan
dan di kedekatan dalam diriku.
.....
Ternyata... kau hadir di setiap hembusan nafas dan aku
yakin.. aku jatuh cinta padamu.
By: Rendy
Minggu, 10 November 2019, 09.00 WIB.
****
Begitulah Rendy. Ia bungkam seribu bahasa didepan Ayu.
Tapi di belakangnya, di dalam kamar, ia mampu merangkai kata-kata indah
teruntuk Ayu yang sekarang sedang asik memurojaah hafalan Al-Qur'an kepada Ust.
Subahri. Ternyata, mimpi itu telah memasung Rendy diantara susunan kata dalam
puisi itu.
Bangunlah Rendy. Sekarang sudah pukul sembilan pagi.
Mimpimu sudah enam jam yang lalu. Kau seharusnya bangun dari mimpi itu. Atau,
kau juga akan pasrah terjebak dalam mimpi itu selamanya?
Atau kau akan bangun sesegera mungkin dan membawa Ayu
dalam dunia nyatamu?
Home_idi

❤❤
BalasHapus