Hujan melantunkan nada
sendu diatas genting.
Menyibak pekat malam yang hening.
Menghadirkan ingatan
silam.
Jatuh ke Bumi
membawa harapan.
Dahulu, orang berbisik bahwa langit sedang menangis.
Tanpa sadar, tangisan itu menggenang di tubuh pertiwi.
Membendung di kaki
Gunung dan bukit-bukit.
Sesekali terbayang saat tersenyum sambil menangis tanpa air mata
Di bawah satu
payung yang diterjang tetesan air mata.
Dari air hujan dan
kenangan yang di bawa,
Cukup untuk sekedar berbisik.
Kali ini, hujan tidak
akan memanggil kenangan.
Tapi ia akan
menciptakan kenangan baru
Saat itu juga aku berharap..
Hujan hujan
selanjutnya tidak menunda kedatangannya.
Agar aku, terkenang
dengan kisah kemarin.. Yg kuciptakan sendiri.
Bersama hujan dan
gigilnya rindu.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah memberikan komentar!
Akan kami tanggapi komentar anda dalam waktu dekat.