Bekal Perjalanan


"Manabi ajâlânan, jâk kaloppaen a wudlu' ghâ'llu, insyaallah salamet. Manabi kacelakaan e jhâlân, edhâlâm kabhâdâ'an tak andhik wudlu', yeh salanah oreng jiah tak a wudlu' ghâllu sabellunnah mangkat" (kalau mau bepergian, jangan lupa ambil wudlu terlebih dahulu. Jika nanti kecelakaan diperjalanan dalam keadaan tidak punya wudlu, ya salahnya sendiri tidak berwudlu sebelum berangkat)
Begitulah kira-kira petuah Kyai (pengasuh) pondok salaf di Pamekasan, PP. Banyuanyar, yang saya catat dalam buku harian saya. Selama bertahun-tahun beliau telah memberikan banyak wejangan kepada santrinya tentang bagaimama beramal dalam kehidupan sehari-hari. Beliau tak pernah lelah mengulang-ngulang kalimat di atas sehingga selalu terdengar dan direkam di hati para santri. Tidak jarang Beliau menyampaikan kalimat-kalimat yang singkat tapi kalimat tersebut mengandung banyak sekali makna. 
Entah, yang demikian itu karena saya yang keseringan mencatat petuah-petuah singkat beliau atau yang demikian hanya kebetulan saja. Bagi saya, kalimat-kalimat singkat penuh makna seperti diatas adalah sesuatu yang sangat berharga untuk diabadikab dalam kertas.  Dari catatan tersebut saya bisa menginternalisasikan kalimat-kalimat singkat beliau ke dalam praktek kehidupan saya sehari-hari.
Seandainya tidak berlebihan, dari buku catatan saya, kalimat-kalimat yang beliau ucapkan seringkali saya ingat. Kalimat diatas muncul setiap kali saya hendak naik kendaraan. Suara khas beliau seakan terdengar di telinga, "cong! ... lamon bhâkna ajhâlânénnah jhâk kaloppaèn awudlu' ghâllu, maklè èparèngè kasalamétan" (Nak! ... kalau kami ingin bepergian, ambil wudlu terlebih dahulu agar dilimpahkan keselamatan)

Sekali lagi saya ingatkan bahwa kalimat-kalimat diatas  sangatlah sederhana, namun perlu dipahami secara mendalam.

****

#Kajian kecil dari dua kalimat pendek beliau di atas.

Kajian tentang kalimat-kalimat beliau diatas hendaknya dimulai dari pembahasan tentang wudhu terlebih dahulu. Kenapa beliau menganjurkan untuk berwudu'? Kenapa bukan sholat atau yang lainnya? Baru setelahnya, kita lanjutkan pada pembahasan kalimat kedua.

Baiklah! Mari kita bahasa satu-satu. 

Wudhu' adalah ritual yang berfungsi agar tubuh kita suci dari hadast. Setelah berwudu', ada ketenangan yang kita rasakan. Pada posisi tenang itulah tubuh kita berada pada situasi tenang dan tenteram. Dikutip dari beritahati.com bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh prof Leopold Warner von Ehrenfels, salah satu psikiater dan neurolog asal Australia, menyimpulkan bahwa air wudhu dapat merangsang saraf dan menghilangkan ketegangan pada syaraf kepala, tangan dan kaki. Pada situasi tenang dan tentram tersebut dapat meningkatkan konsentrasi dalam melakukan pekerjaan. 
Selanjutnya, yang perlu digaris bawahi pada kalimat kiyai di atas adalah kata "bepergian" dan "wudlu' ". Pada saat bepergian, kita seringkali merasakan takut atau gelisah akan terjadinya sebuah kecelakaan. Itu diakibatkan karena ada ketegangan pada syaraf sehingga mengakibatkan konsentrasi menurun. Ketika konsentrasi menurun maka dapat terjadi berbagai hal yang mengakibatkan kecelakaan. Maka dengan wudlu' kita (pengendara) akan merasakan ketenangan sehinnga kita bisa fokus dan hati-hati. Insyaallah jika sudah hati2 maka akan terhindar dari hal-hal yg buruk.
Berwudhu' terlebih dahulu sebelum bepergian dapat meningkatkan konsentrasi kita saat berkendara.

Di kalimat kedua korelasinya dengan kalimat pertama adalah ketika kita menyepelekan anjuran wudlu' sebelum bepergian, maka seumpama terjadi kecelakaan dan kita meninggal, maka salah kita sendiri tidak berwudhu terlebih dahulu sebab kondisi meninggal kita tidak dalam keadaan suci. Maka lebih baik mana antara meninggal dalam keadaan suci atau meninggal dalam keadaan hadast? Tentulah kita bisa memilih pilihan yang lebih baik.
Pada akhir kajian kecil ini, ada kalimat sederhana tambahan sebagai penutup yaitu "Jhâk ngèntèngagi parkarah kènèk! Torkadhâng bhârâng seh kènèk jâriya seh nyâbbâbagi parkarah rajâ" (jangan mengentengkan perkara kecil! Terkadang, hal yang kecil itulah yang menyebabkan perkara besar terjadi). Dari ucapan beliau itu, kita dapat memahami bahwa sesuatu hal yang kecil juga harus kita perhatikan. Wudhu sebelum bepergian memang tidak memiliki hukum wajib namun apabila kita senantiasa melaksanakannya tentu banyak keutamaan yang kita dapatkan.

By:Al-Homed

17.06.17. 06.20 Am

Komentar

Posting Komentar

Terimakasih telah memberikan komentar!
Akan kami tanggapi komentar anda dalam waktu dekat.