Ayu Telah Melamar Rendy Dalam Mimpi


"Rendy! Aku ingin berkata jujur kepadamu. Perkataan ini adalah jelmaan dari apa yang tumbuh di dalam hatiku selama ini. Kau hadir di setiap ayat yang aku baca saat mata terpejam. Satu lembar, dua lembar bahkan satu Juz ayat-ayat itu aku baca, kau seakan berada tepat di depanku. Kau menemaniku mengeja ayat-ayat yang kuhafal hingga selesai, menegur dan membenarkan bacaannya. Lalu, aku menafsirkan semuanya bahwa kau telah membuatku memikirkan bayanganmu dalam anganku dan kehadiranmu dalam dunia yang nyata untukku. Aku hanya ingin menyampaikan itu padamu, Rendy!"

========

Hayya 'alasshalaah ....
Hayya 'alasshalaah ....

Suara adzan sholat Tahajjud dari Masjid membangunkan Rendy dari mimpinya tentang seorang perempuan yang dulu pernah meminjam bukunya. Ayu, ya! dialah yang telah mengungkapkan kerinduan tentang kehadiran Rendy dalam kehidupannya. Ayu telah melamar Rendy dalam mimpi. 

"Astaghfirullah, Laa Haula waLaa Quwwata Illa billah" Rendy menarik nafas dalam-dalam. Mimpi itu benar-benar membuat Rendy terkejut. Walaupun hanya mimpi, ia masih merasa bayangan wajah Ayu baru saja pergi dari kamarnya. Nafasnya masih belum normal. Rendy menarik nafas dalam-dalam dan melepasnya pelan. Satu gelas air putih habis diminum.

Alarm Hp Rendy berdering yang pertama. Ada tiga alarm yang ia pasang, pukul 3.00, pukul 3.30 dan pukul 4.00. Rendy segera beranjak ke kamar mandi, mandi dan berwudlu. Sebentar ia masih bertanya-tanya tentang mimpi barusan namun segera ia sadar dan bersyukur mimpi itu telah membangunkannya untuk bermunajat. Ada mimpi yang harus Rendy curhatkan kepada Allah. Ia butuh menceritakan mimpi barusan kepadaNya. 

Setelah puas mencurahkan isi hati tentang mimpi, Rendy ingat teman karibnya, Aminullah. Rendy ingin menghubunginya untuk meminta pendapat. Biasanya, pendapat Aminullah bisa memantapkan hati siapa saja yang meminta pendapatnya.

"Assalamualaikum, Bro!" Pesan singkat Rendy kirim ke Aminullah lewat aplikasi WhatsApp. Panggilan "Bro" menjadi panggilan keakraban Rendy dengan Aminullah. "Bro" adalah potongan dari kata Brother. Brother berarti saudara. Betapa indah panggilan bro itu menjadi tali penyambung persaudaraan. Panggilan "Bro" masih sama kuat dengan panggilan "Akhi/Ukhti" untuk mengikat persaudaraan. "Bro" dan "Akhi/Ukhti" hanya berbeda dari segi bahasa, maknanya sama.

"Waalaikumsalam, Bro!" balas Aminullah beberapa detik setelah pesan Rendy masuk. Ternyata Aminullah juga terjaga di jam itu. Persis pukul 3.20 pagi. Aminullah memang tidak bisa dinilai dari penampilannya. Meskipun penampilannya tidak terlihat religius, tapi kegiatan ibadah tengah malam tetap ia lestarikan, tanpa ditampakkan dalam penampilannya. 

Rendy menceritakan mimpinya lewat pesan panjang kepada Aminullah. Setelah diceritakan kepada Tuhan, ia juga ingin menceritakannya kepada Aminullah, siapa tahu Allah memberi petunjuk lewat Aminullah, sahabat karibnya. Rendy menjelaskan mimpinya dengan sangat detail, agar Aminullah bisa langsung memberi tanggapan dan pendapat. 

Aminullah sudah paham dengan maksud dari mimpi yang Rendy ceritakan. Aminullah juga sudah memiliki sudut pandang yang akan ditawarkan kepada Rendy. 

"Jadi begini, Bro. Aku akan berpendapat dari sisi mimpimu. Aku tidak hendak berbicara tentang mimpi-mimpi ulama' yang seringkali menjadi nyata. Hal itu berbeda." Pesan singkat Aminullah kirim secara berkala. Agar Rendy juga paham apa yang ingin Aminullah sampaikan.

"Menurutku begini, Bro! Mimpi, dalam hal hubungan asmara, bisa menyatukan dan memisahkan. Sebab mimpi, seseorang bisa memutuskan untuk bersatu dan sebab mimpi juga seseorang bisa memutuskan untuk mengakhiri hubungannya. Mereka terlalu percaya dan terlalu mengutamakan mimpi sebagai referensi dalam menjalani hidup mereka. Bukankah masih banyak hal-hal lain yang bisa dijadikan pertimbangan untuk memutuskan sesuatu?" Lanjut Aminullah memberikan pertimbangan untuk Rendy pahami. 

"Aku punya teman. Dia adalah orang yang suka berteman dengan siapapun. Dalam hal urusan kehidupan, ia akan sangat yakin memutuskan sesuatu bila ada petunjuk berupa mimpi. Baginya, mimpi itu tak sekedar mimpi. Mimpi memiliki keistimewaan dalam memberikan keyakinan dalam hidupnya. Suatu ketika, ia bermimpi tentang seorang gadis. Sebelumnya, ia tidak pernah memiliki perasaan pada si gadis. Bahkan, ia sangat jarang berkomunikasi dengan si gadis. Di dalam mimpi itu, si gadis datang membawa Al-Qur'an dan tasbih. Ia lalu tersenyum, beranjak pergi dan hilang dengan lambaian tangan. Yang membuat temanku yakin ke si gadis adalah kata-kata yang diucapkan langsung kepadanya. "Bismillahirrahmanirrahim, aku mencintaimu" itulah kata-kata yang membuat temanku sangat yakin dengan si gadis. Pucuk dicinta ulampun tiba, keesokan harinya, temanku menceritakan mimpinya dan menyatakan perasaannya. Akhirnya mereka bersatu dan diikat dengan cincin pernikahan." Aminullah menceritakan  tentang mimpi yang mampu menyatukan dua insan dalam istana cinta. Sementara Rendy masih menunggu pesan selanjutnya. Di beranda WA Rendy, Aminullah sedang mengetik pesan. Sepertinya pesannya akan sama panjang dengan pesan sebelumnya. 

"Temanku yang kedua, dia sudah mantap untuk melamar perempuan yang ia cintai. Sebagai seorang yang berbakti kepada orang tua, ia menunjukkan identitas perempuan itu kepada ibunya. Ibunya meminta waktu untuk istikharah tentang calon menantunya. Tiga hari sudah berlalu. Setelah sholat tahajjud, ibunya menyampaikan bahwa ia bermimpi tentang almarhum ayahnya. Dalam mimpi itu, ayahnya melarang dia melangkahkan kaki. Entah kemana kakinya hendak kemana. Lalu, ibunya menafsirkan mimpi itu bahwa langkahnya melamar perempuan yang ia cintai tidak mendapat restu dari almarhum ayahnya. Ayahnya melarang rencana lamaran itu dalam mimpi," jelas Aminullah panjang lebar. 

"Temanku kalah dengan keadaan itu sehingga harus merelakan hubungannya dengan orang yang ia cintai. Meninggalkan si perempuan dalam rundung nestapa kekecewaan. Apa boleh buat, meskipun rasa cinta sudah benar-benar diniatkan serius tapi tidak mendapatkan Ridlo orang tua meski hanya lewat mimpi, maka cinta hanyalah sebatas cinta tak dapat menjadi nyata. " tambah Aminullah mencontohkan tentang mimpi yang memisahkan dua orang yang saling mencintai. 

"Saranku, pasrahkan saja semuanya kepada Allah. Akan ada petunjuk kuat lainnya dari Allah jika memang mimpi itu benar-benar punya makna. Kau fokus memperbaiki diri dulu dengan memperbanyak ibadah. Kita harus yakin bahwa yang baik atau yang buruk yang mencoba memperbaiki diri, akan mendapatkan yang baik pula. Percayalah, Bro!" Aminullah menyimpulkannya dengan memberikan saran kepada Rendy.

"Siap, Bro! Sekarang aku paham. Kau memang handal dalam memberikan ilustrasi tetang bagaimana cara pandang kita memandang sesuatu. Yasudah, bro! Ini sudah mau adzan Subuh. Segera siap-siap. Terimakasih dan maaf mengganggu pagi-pagi, hehe!" Pesan Rendy hendak menutup perbincangan. 

=======

Kehidupan nyata tidak seindah kehidupan dalam mimpi. Mimpi bisa menjadi petunjuk. Boleh jadi petunjuk baik atau buruk. Allah akan memberikan petunjuk lain yang lebih nyata kepada kita sebelum memutuskan sesuatu. Petunjuk Allah tidak hanya terbatas pada mimpi. Petunjuk Allah bisa juga berupa sebuah keyakinan yang sangat besar terhadap sesuatu.

@home_id95





Komentar