PENGORBANAN KAUM KIRI
Saya tidak tahu mengapa, terkadang manusia tidak
berkenan menerima saran atau masukan dari orang lain bahkan tak jarang yang
menolaknya mentah-mentah sedangkan saran dan masukan merupakan suatu hal yang
baik dan bermanfaat apabila diterima dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan
dalam bertindak.
Berangkat dari apa yang saya alami tempo lalu,
tepatnya ketika saya hendak membasuh muka saat berudlu’. ketika itu tangan kiri
sudah hampir menyentuh wajah saya. sesaat sebelumnya tangan kiri mampir di
tempat pembuangan sisa-sisa metabolisme makanan dalam perut dan sempat sesaat
bercengkrama di daerah yang orang-orang sungkan untuk mengungkapkan namanya.
Tidak tahu mengapa dengan sepontan wajah saya seolah menolak tangan kiri untuk
membasuhnya apalagi menyentuhnya seakan ia berkata “hei tangan kiri.. kau tak pantas menyentuh kulitku yang bersih
dan lembut ini. Apalagi kau barusaja menyentuh bagian tubuh yang hina itu”.
tangan kanan seakan mendengar ucapan itu, hingga ia berhenti hendak menyiram
air dengan gayung kepada sang wajah. seakan terjadi percakapan panjang antara
tangan kanan yang merasa iba kepada tangan kiri “sudahlah tangan kiri,
anggaplah itu hanya angin lalu.. aku tahu kau memiliki niat yang baik hendak
membantu wajah menghilangkan minyak-minyak yang menempel diwajahnya.. tak lain
hanya itu”. mendengar tangan kanan berkata seperti itu, tangan kiri terus saja
diam dan tetap fokus pada niat awalnya. Ia rela menggantikan tangan kanan untuk
memegang gayung yang berisi air dan rela membiarkan tangan kanan mengelus-elus
kulit wajah yang halus itu. Dua kali basuhan bukanlah hal mudah bagi tangan
kiri untuk mengambil air dengan gayung. Pekerjaan itu bukan keahliannya.
Sangat tidak adil bagi tangan kiri, ia hanya
menjalankan tugasnya dan meyakini niat baiknya meski ia tak dapat apa-apa
ketika sang wajah dipuji orang yang melihatnya. bahkan kalau boleh ia
hitung-hitungan, tangan kanan-lah yang mendapat peran penting saat wajah dipuji
orang. tangan kanan mendapat mandat untuk melambaikan tangan atau bahkan
berjabatan tangan denngan pemuji sang wajah. kadang tangan kiri disembunyikan
dibalik saku celana. tapi sebagai kawan sejawat karena sama-sama tangan. ia tak
pernah memikirkan itu bahkan ia berperang dengan pikirannya untuk menghilangkan
persaan iri ketika itu melanda pikirannya. ia sadar akan posisinya, ia rela
ditugaskan di daerah yang amat kotor. karena ia tahu, wajah tak seperti tangan
kanan yang selalu mencoba memahaminya.
Tangan kanan memahami bahwa tampa bantuan tangan
kiri, ia tak bisa melakukan semua tugasnya tampa bantuan tangan kiri. Ia tak
pernah mencaci atau memandang buruk tangan kiri. bahkan ia sadar dengan semua
pengorbanan tangan kiri sehingga tangan kanan mencoba untuk berbalas budi atau
bahkan memanjakannya. Ia membelikan dan memasangkan arloji berbubuh berlian
dipergelangan tangan kiri dan cincin permata di jari manisnya. sungguh
keharmonisan yang luar biasa.
Wajah memang hanya pintar mendekte saja, ia tak
pernah mau menyadari bahwa ia halus, putih tak berjerawat nan mempesona adalah
hasil jerih payah tangan kiri dan tangan kanan. Dimanakah rasa pri-ke-tubuh-an wajah?
Tangan selalu menyarankan wajah untuk berhias. membrsihkan setiap noda yang menempel meski setitik. Ia rela menyisakan tenaganya untuk membantu memutihkan dan menghaluskan wajah. Tetapi wajah tak selalu senang dengan bantuan tangan apalagi tangan kiri yang malang.
Manusia yang merasa lebih tinggi derajatnya dan yang merasa paling benar pendapatnya kadang mereka tidak suka atau bahkan menolak apabila ada orang memberika saran atau anjuran. ya.. itulah yang terjadi di negri ini. yang pendiam yang tak berdaya dan yang garang yang berkuasa.
Tangan selalu menyarankan wajah untuk berhias. membrsihkan setiap noda yang menempel meski setitik. Ia rela menyisakan tenaganya untuk membantu memutihkan dan menghaluskan wajah. Tetapi wajah tak selalu senang dengan bantuan tangan apalagi tangan kiri yang malang.
Manusia yang merasa lebih tinggi derajatnya dan yang merasa paling benar pendapatnya kadang mereka tidak suka atau bahkan menolak apabila ada orang memberika saran atau anjuran. ya.. itulah yang terjadi di negri ini. yang pendiam yang tak berdaya dan yang garang yang berkuasa.
Oleh: Homaidi
Minggu, 12 Februari 2017. jam 02 : 09 WIB

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah memberikan komentar!
Akan kami tanggapi komentar anda dalam waktu dekat.